WikiLeaks Meragukan, Tak Mungkin Dirilis Tanpa Kerja Sama Intelijen AS





WikiLeaks Meragukan, Tak Mungkin Dirilis Tanpa Kerja Sama Intelijen AS . Ratusan ribu dokumen rahasia Amerika Serikat dibocorkan oleh situs WikiLeaks. Namun bagi pemerintah Iran, perilisan dokumen tersebut menimbulkan keraguan.

Bahkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast mencetuskan, perilisan tersebut merupakan suatu langkah terkoordinasi yang terorganisir. Menurutnya, dokumen dalam jumlah yang sangat banyak itu tak mungkin bisa dirilis tanpa kerja sama badan-badan intelijen negara Barat, khususnya AS.

Dikatakan pejabat tinggi Iran itu, perilisan dokumen tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menimbulkan perselisihan di antara negara-negara regional dan memicu fobia Iran di wilayah Timur Tengah.

Mehmanparast pun menyoroti Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton yang mengklaim bahwa dokumen-dokumen WikiLeaks mencerminkan kekhawatiran negara-negara Teluk Arab Persia akan program nuklir Iran.

"Faktanya adalah bahwa dari semua dokumen itu, Ibu Clinton fokus ke hal mengenai kekhawatiran negara-negara Arab akan program nuklir Republik Islam Iran... ini membuat kami semakin mencurigai dokumen-dokumen tersebut," cetus Mehmanparast seperti dilansir media Iran, Press TV, Jumat (3/12/201).

Situs WikiLeaks pada Minggu, 28 November lalu merilis sekitar 250.000 dokumen rahasia AS. Sejumlah dokumen mengklaim bahwa Arab Saudi sering mendesak AS untuk menyerang Iran guna menghentikan program nuklirnya. Negara-negara Arab lainnya seperti Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab juga mendesak AS untuk menyerang Iran.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad telah menyebut perilisan dokumen itu dilakukan dengan sengaja oleh pemerintah AS. Salah satu tujuannya adalah untuk merusak hubungan Iran dengan negara-negara Arab.

0 komentar:

Post a Comment

 

blog-warta.blogspot.com. Copyright 2012 All Rights Reserved