Modem Google Chrome SpeedUp Ditarget 10 Ribu Unit

1 komentar

Modem Google Chrome SpeedUp 9500SU keluaran MLW Telecom yang baru saja dibundel bersama operator Telkomsel, ditargetkan laku terjual sebanyak lima ribu hingga sepuluh ribu unit setiap bulannya.

"Targetnya, modem Google Chrome ini laku 5-10 ribu unit per bulan. Ini merupakan bagian dari target bundling 7 juta unit kami hingga akhir tahun," Deputy VP Channel Management Telkomsel Agus Setia Budi di sela peluncuran, di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (28/10/2010).

Rahmad Widjaja Sakti, Direktur MLW Telecom, menuturkan pihaknya menyediakan enam pilihan warna untuk modem Google Chrome 9500SU. Harga yang ditawarkan untuk paket bundling Modem Google Chrome Rp 799.000 termasuk paket perdana Simpati dengan bonus internet 300 MB.

"Kecepatan layanan data yang kami tawarkan di produk terbaru ini mencapai 7,2 Mbps untuk downlink dan uplink hingga 5,72 Mbps," kata Rahmad. "Sejauh ini sudah ada 4,4 juta pelanggan yang pakai paket 3G Telkomsel," tambah Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan, tingginya pertumbuhan pengguna Google Chrome memberikan kesempatan Telkomsel untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.

"Jumlah pengguna browser Google Chrome terus meningkat setiap tahunnya. Pengguna Google Chrome, menurut data Statcounter Global Stats melonjak lebih dari 200% dalam kurun waktu setahun terakhir. Tujuh persen di antaranya berasal dari Indonesia," kata dia.

Modem Google Chrome baru bisa didapatkan mulai 3 November mendatang di ajang Indocomtech 2010 yang berlangsung di 11 kota, yakni Jakarta, Bandung, Banda Aceh, Lhokseumawe, Medan, Pekan Baru, Bandar Lampung, Palembang, Pontianak, Makassar dan Manado.

Dari 94 juta pelanggan yang dilayani Telkomsel, tercatat ada 15%-20% yang menggunakan handset berkemampuan 3G. Namun yang tercatat menjadi pelanggan paket data 3G, hanya berkisar 4,4 juta pelanggan.
Read More

FIlm Penganten Sunat Dibintangi Personel The Virgin

0 komentar

FIlm Penganten Sunat Dibintangi Personel The Virgin. Setelah sukses di industri musik, anak asuhan Ahmad Dhani di RCM (Republik Cinta Manajemen) mulai merabah dunia akting.

Tidak tangung-tanggung selain menjadi pemeran utama, salah satu lagu milik The Virgin jadi soundtrack film yang mereka perankan.

“Kita baru aja kelar syuting film Penganten Sunat. Dalam waktu dekat kita juga mau ngeluarin album pertama. Selain itu, the virgin juga mau ngeluarin single kempat judulnya Demi Nama Cinta, kebetulan banget jadi soundtrack film perdana kami,” cerita Mita saat ditemui seusai mengisi acara Studio Dahsyat, Jakarta, Rabu (27/10/2010).

Film yang rencananya akan rilis 25 November 2010 mendatang, Dara yang berperan sebagai ‘Srimpi’ dan Mita menjadi ‘Bini’. Mereka berdua berkarakter hampir sama dengan keseharian.

“Saya jadi Srimpi, karakternya itu masih feminim tapi ada yang beda, Srimpi itu sosok yang mandiri, cuek, padahal aslinya itu manja. Sedangkan Mita jadi Bini. Karakter masih tomboy, seseorang yang pemarah, ngerasa nggak butuh cowok,” seloroh Dara.

Secara main film untuk pertama kalinya, Mita tidak mengalami kesulitan. Karena berakting di film menurutnya seperti bermain musik punya irama dan beat. Lain lagi dengan partnernya, Dara. Dia harus beradegan vulgar sesuai dengan ceritanya.

“Kesuliatannya itu saat aku harus beradegan hot, tapi aku nggak mau jadi pake standin,” ucap Dara yang digadang-gadang mirip dengan Mulan Jamela.

Disinggung soal akankah menjalani dua bidang sekaligus menyanyi dan acting. Mita lebih cenderung lebih memilih musik karena pekerjaan itu merupakan bakat yang dimilikinya sejak dulu.

“Terjun kedua-duanya gue pribadi nggak, musik udah ngedein bakat terbesar yang dimiliki. Pengennya liat-liat dulu. Jangan bentar-bentar main film, entar yang ada orang cepet bosen, nggak surprise lagi deh. Untuk sementara, The Virgin setelah film ini tayang lebih memfokuskan diri ke musik dulu,” beber Mita kepada okezone.
Read More

LangitMusik.Com Kantungi Rp150 Juta per Bulan

0 komentar

LangitMusik.Com Kantungi Rp150 Juta per Bulan. LangitMusik, layanan musik digital milik Telkomsel, dilaporkan mampu membukukan hingga Rp150-200 juta dari kurang lebih 40.000 lagu yang diunduh secara rata-rata per bulan. Seorang pelanggan rata-rata mengunduh sekitar 1-2 lagu.

Untuk diketahui, sejak diluncurkan pada 18 Januari 2010, LangitMusik.com telah menampung sekitar 15.000 lagu lokal, masih jauh tertinggal jika dibandingkan bendahara lagu NSP (nada sambung pribadi) yang mencapai 65.000 lagu.

Namun, dalam waktu dekat Telkomsel berencana menambahnya menjadi sejuta lagu. Menurut Krish Pribadi, VP Digital Music and Content Management Telkomsel, target tersebut bukan hal yang sulit. Pasalnya, perusahaan akan menjalin kerja sama dengan perusahaan lokal yang bergerak di bidang musik digital Melon dalam waktu dekat.

"Statistik 40 ribu lagu yang diunduh per bulan menunjukkan tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam mengapresiasi musik lokal," kata Krish di Jakarta, Rabu 27 Oktober 2010.

"Walaupun angka pembajakan masih cukup tinggi di Indonesia, setidaknya LangitMusik coba mempertahankan ruang apresiasi bagi para pemusik dan seniman lokal," jelasnya.

Di Indonesia, LangitMusik Telkomsel menggandeng sekitar 48 mitra bisnis "toko musik digital" yang terdiri dari perusahaan label rekaman dan penyedia konten, yakni Sony Music Entertainment Indonesia, Warner Musik Indonesia, Aquarius, Musica Studios, Indosemar Sakti, Trinity, dan Nagaswara.

Bagi pelanggan yang tertarik untuk mengunduh lagu, mereka dapat mengunjungi situs WAP LangitMusik, akses *616#, dan SMS ke ADN 6161.

Tiap lagu yang diunduh plus DRM (digital rights minagement) sehinga dapat dimainkan kapan pun tanpa dibatasi waktu, pelanggan dikenakan tarif Rp5.000. Sementara pelanggan yang ingin menikmati lagu secara temporer selama 30 hari hanya dikenakan tarif Rp3.000.

Pada kesempatan yang sama, Krish mengatakan, LangitMusik juga terbuka bagi penyanyi atau band yang ingin mengkomersialisasikan musiknya dan ingin lebih diapresiasi.

"Kita ingin men-support musik lokal. Kebanyakan mereka bingung bagaimana menjual karyanya dan menghasilkan uang. Sementara musisi baru yang antre di label dan siap orbit jumlahnya sangat banyak," jelas Krish.

"Karena itu, mereka bisa mengkomersialisasi karyanya melalui CP-CP (content provider) yang bermitra dengan LangitMusik. Di sini, musisi bisa mengunggah lagunya dan dapat diunduh oleh seluruh pelanggan Telkomsel di Indonesia. Secara distribusi tentu jauh lebih efisien," tandasnya.
Read More
 

blog-warta.blogspot.com. Copyright 2012 All Rights Reserved