
Dalam buku berjudul 'Soekarno & Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya' karya Wijanarka disebutkan, dua kali Bung Karno mengunjungi Palangkaraya, Kalimantan Tengah -- untuk melihat langsung potensi kota itu menjadi pusat pemerintahan.
Wacana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kota Palangkaraya juga pernah diungkapkan Presiden pertama RI Soekarno. Saat meresmikan Palangkaraya sebagai ibu kota Provinsi Kalteng pada 1957, Soekarno ingin merancang menjadi ibu kota negara.
Palangkaraya, kota yang pernah diidamkan Bung Karno sebagai ibu kota, memiliki luas mencapai 2.678,51 km persegi. Bandingkan dengan luas Jakarya yang 661,52 km persegi. Selain itu, tak ada gunung api di sana. Palangkaraya juga jauh dari potensi gempa.
Sementara Teguh Juwarno, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat, kepada VIVAnews menyatakan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, lebih cocok. Menurut politisi Partai Amanat Nasional itu, Banjarmasin lebih berada di tengah dan lebih siap infrastrukturnya dibanding Palangkaraya.
Namun kemarin, Rabu 28 Juli 2010, anggota Komisi II dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Aria Bima, menyatakan Pontianak sebagai pilihannya. "Saya sih berharap pindah ke Pontianak,” kata Bima. “Letak Pontianak itu kan pas tengah dan pusatnya Indonesia. Saya kira yang seperti sentral Jakarta dan pakubuminya, ya di Pontianak itu,” kata Aria Bima.
Namun Yayat Supriyatna, planolog dari Universitas Trisakti, Jakarta, tak setuju dengan model pemindahan ibukota. Yayat lebih mendukung model redistribusi. Beberapa instansi pemerintahan dipindahkan dari Jakarta. "Misalnya ke Jonggol, Karawang, Kalimantan," katanya kepada VIVAnews, kemarin. Dengan begitu, kata Yayat, biaya bisa ditekan dan tujuan meredistribusi pembangunan juga tercapai.
Bagaimana dengan Anda?
18 komentar:
mantebz nih. . . Moga ajja ke semarang. . Hehe. . . Kunjung balik ya. . .
Sudah lah mendinggan di JKT saja ngapain ngebuang2 duit mendiggan perbaik saja yang ada biar lebih bagus dan lebih modern gitu coy....
ke medan aja di pindahin ,,,,,hehehehe
di pindahin aja k Medan ,,,hehehee
pindah ke surabaya aja deh..
kan strategis, ga kalah dg jakarta.
ya kan??
infoemasi pembebasan tanah untuk pembangynan masjid
http://mtibsumbar.blogspot.com/
mendinga papua aja tuh .... kan jauh dari tangan pemerintah. supaya maju
kl jakarta kan udah maju ... sambil memperbaiki tatanan kota lah. kl papua udah oke n banyak gedung2 ky jakarta. baru pindah lg ke ntt. gitu!!! he he. y moga j yang terbaik.
mantapp gan info nya
jangan di Jawa deh! udah padet gitu...tar lagi juga bakalan macet total kan? makanya, enakan di kalimantan aja, coz udah luaaas, SDA banyak, belom tercemar, cocok bikin pabrik disitu..
hehe palingan si malay barat kaga bisa lagi keluar masuk kalimantan lagi :P
Klo saia, pindahin k Medan aj ;)
gw sih stuju di jonggol , coz dulu emang pas jaman soeharto pernah mo direncanain jadi ibukota, bahkan maketnya dah ada, tp gw stuju jg ama bang yayat
setuju
pindah ke kalimantan aja
jadi ke indonesia timur ato sumatra dekat, begitu juga kalo mau ke LN
sekalian biar semua penduduk Indonesia bisa dapat rumah... kan kalimantan luas bgt...ga perlu kayak di jakarta yg kumuh
pindahan kemana aja ga masalah, Yang penting Indonesia maju...
Internet Gratis n Berita Lewat
semoga ibukota ga pindah ke tempat ane, males tiap hari liat banyak orang koruptor dan demo apalagi banyak karnaval iring2an pemerintah :p
ke mana aja boleh, asal jangan kayak jakarta lagi.
pontianak is ok
Palangkara aja. LUASSSSSSSSSSSSS
Kalo gak setuju ibukota pindah, pindahin tuh pabrik-pabrik keluar jawa jangan semua di jabotabek. Apa kalo pabrik dibangun diluar jawa gak bakal jalan tuh pabrik. Kalo ini gak setuju juga, tunggu aja Jakarta ambles dan gunung karatatau, gunung gede meletus.
Post a Comment